Berbagi Manfaat

selau berbagi MAnfaat

Gagal Mencuri Poin di Malang

Posted by dint tenk pada 22 Februari 2010

17 Februari 2010 – Persebaya Surabaya kembali gagal mencuri poin di kandang lawan. Tim
berjuluk Green Force tersebut harus pulang dengan muka tertunduk
setelah dikalahkan tuan rumah Persema Malang 3-1 (2-0) pada
pertandingan Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 di Stadion
Gajayana, Malang, kemarin sore (17/2).

Ujung
tombak Persema Jairon Feliciano memberi bukti kepada Persebaya, klubnya
musim lalu, bahwa dirinya masih tajam dengan memborong dua gol pada
menit ke-11 dan 41′. Satu gol Persema lainnya dicetak Seme Pierre
Patrick di menit ke-83. Persebaya hanya sekali mampu membobol gawang
lawan melalui tendangan keras John Tarkpor pada menit ke-82.

Hasil
tersebut semakin memperburuk rapor pelatih Persebaya Danurwindo di
hadapan manajemen. Di antara empat kesempatan pada awal putaran kedua
ini, Danur (sapaan karib Danurwindo) melewatkannya dengan dua kali
kekalahan dan satu kemenangan.

Selain kalah
oleh Persema kemarin, Persebaya harus malu di kandang saat kalah oleh
Sriwijaya FC 0-2 (10/2). Mereka mencatatkan satu-satunya kemenangan
ketika menjamu Persib Bandung dengan skor 2-1 (14/2).

Pelatih asal Kutoarjo tersebut masih enggan berkomentar terkait dengan kansnya bertahan di Persebaya. ”Oh, kalau soal itu, saya tidak bisa berkomentar. Manajemen yang berhak berkomentar,” ujarnya.

Terkait
dengan laga kemarin, Danur menyatakan bahwa timnya sulit keluar dari
tekanan tim lawan. Dia mengakui bahwa tekanan tim lawan sangat bagus.
Akibatnya, duet pemain depan Persebaya, Andi Oddang dan Ngon a Djam,
kesulitan menjalankan tugas sebagai penggedor pertahanan lawan.

Tak
pelak, gawang Persema hanya sekali mendapatkan ancaman ber­arti. Yakni,
ketika Taufiq melakukan tendangan jarak jauh di menit ke-39. Itu juga
menjadi tendangan ke gawang pertama yang dilakukan Persebaya pada babak
pertama. ”Di sepanjang babak pertama, kami memang kesulitan keluar
dari tekanan Persema,” ujar Danur.

Sebaliknya,
Persema berhasil memeragakan determinasi dan permainan cepat. Dua sisi
sayap Persema juga terus aktif menekan pertahanan Persebaya. Meski
demikian, Danur memilih untuk menyimpan amunisi cadangan hingga babak
pertama usai.

Mantan pelatih Persija Jakarta
tersebut baru melakukan rotasi pada awal babak pertama dengan
mema­sukkan Anang Ma’ruf yang meng­gantikan Supryiono. Selain
memasukkan Anang, Andik Vermansyah dan Korinus Fingkreuw juga kem­bali
dimasukkan. Namun, dia menampik anggapan bahwa dirinya terlambat
melakukan rotasi.

Menurut dia, rotasi dilakukan
dengan menunggu momen yang tepat untuk melakukan pergantian. ”Andik
sendiri memang cepat. Tapi, dia belum berpengalaman. Jadi, saya
masukkan sekitar 15 menit sebelum pertandingan selesai,” jelasnya.

Tambahan
tenaga tersebut membuat Persebaya mulai bisa sesekali melakukan
serangan balik cepat. Itu pula yang menjadi awal lahirnya gol John
Tarkpor pada menit ke-83. Tendangan keras Tarkpor dari jarak sekitar 40
meter gagal dibendung kiper Persema Sukasto Efendi. Tapi, gol tersebut
hanya berstatus hiburan bagi Persebaya. Semenit setelah Tarkpor
mencetak gol, Seme Pierre Patrick langsung membalas setelah
memanfaatkan umpan matang bek kanan Jainal Ichwan.

Di sisi lain, pelatih Persema Subangkit menjelaskan bahwa dirinya memang menginstruksikan timnya untuk melakukan pressing sejak awal. ”Kami harus melakukan pressing agar tidak ada kesempatan bagi lini tengah Persebaya untuk mengembangkan permainan,” ung­kapnya.

http://www.bonek.org/home.php?l=berita&id=0019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: